Admin 2025-04-10 10:13:20
Kunjungan Wisata ke Pemandian Alam Banyubiru Naik 60 Persen Saat Libur Lebaran
Winongan (SPNU) : Selama tujuh hari liburan lebaran tahun
ini, jumlah kunjungan wisatawan ke Pemandian Alam Banyubiru di wilayah
Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan membludak. Bahkan melebihi target
kenaikan 25 persen.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa mengatakan total
ada 9150 wisatawan yang berkunjung ke Banyubiru mulai tanggal 2-8 april 2025.
Jumlah tersebut meningkat sebanyak 60 persen bila dibandingkan dengan jumlah
kunjungan pada libur lebaran tahun 2024 kemarin yang mencapai 5725 orang.
"Saya membuktikan sendiri kemarin datang, dan memang animo nya sangat
tinggi. Ribuan orang yang datang ke Banyubiru dalam satu hari," kata Agus
saat ditemui di ruangannya, Rabu (9/4/2025) pagi.
Dijelaskan Agus, para wisatawan yang datang ke Banyubiru didominasi pengunjung
lokal Pasuruan. Meski begitu, banyak kendaraan luar pasuruan yang terpantau
parkir, rata-rata merupakan keluarga ataupun warga pasuruan yang bekerja di
luar daerah.
"Karena momennya hari raya, jadi banyak pemudik yang bekerja di luar
pasuruan, dan mereka memanfaatkan pulang kampung ke pasuruan sekalian liburan
ke Banyubiru," ucapnya.
Lebih lanjut Agus mengaku tak menyangka peningkatan jumlah kunjungan wisata ke
Banyubiru sampai 60 persen. Padahal selama 7 hari lebaran, karcis masuk
Banyubiru dinaikkan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu.
"Meski karcis naik tapi antusiasme pengunjung sangat tinggi. Mereka ingin
menikmati segarnya air Banyubiru," singkatnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan melakukan revitalisasi Banyubiru.
Info terbaru, kolam buatan seperti yang pernah ada di Banyubiru akan kembali di
bangun.
Hanya saja, Agus menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan akan menyampaikan usulan
anggaran pembuatan kolam buatan melalui DAK (Dana alokasi khusus) alias
Kementerian Pariwisata RI.
"Kata Pak Bupati, Pemkab Pasuruan akan menyampaikan usulan. Termasuk akan
memfungsikan areal yang belum terisi dengan wahana maupun pemandian buatan
seperti dulu yang sudah bertaraf nasional," tutupnya. (eml/rbt)