tentang radio suara pasuruan

Radio Suara Pasurun FM 107 merupakan Radio milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan yang berlokasi di Jalan Raya Raci KM 09 Kec. Bangil Kabupaten Pasuruan (Komplek Perkantoran Pemkab Pasuruan) . Awal keberadaannya Radio Suara Pasuruan FM 107 merupakan Radio Khusus Pemerintah Daerah ( RKPD ) yang dikelola oleh Bagian Humas pada Sekretariat Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Sejak didirikan pada tanggal 29 Maret 1971 Radio Khusus Pemerintah Daerah ( RKPD ) banyak mengalami perubahan, baik masalah gelombang / Frequensi dari menggunakan gelombang SW ( Short Wave ), MW ( Medium Wave ) kemudian menggunakan gelombang AM ( Amplitude Modulasi ) sampai akhirnya menggunakan frequensi FM.

Demikian juga lokasinya yang semula di Jl. Hayam Wuruk 14 Pasuruan ( Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan ) pindah ke Jln. Panglima Sudirman 52 Pasuruan. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pelayanan kita pada pendengar ( masyarakat ).  Selanjutnya dengan diberlakukannya Undang – Undang no 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah serta dengan terbentuknya Dinas Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ), serta Peraturan Daerah Nomer 05 Tahun 2010 tentang Pembentukan Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Suara Pasuruan, maka RKPD mulai tanggal 22 April 2010 berganti nama menjadi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio  Suara Pasuruan yang menempati frequency FM 107 yang dikelola oleh Dinas Komunikasi Dan Informatika dengan berbagai pembenahan baik SDM dan peralatan serta daya pancar.

Mengingat perkembangan media komunikasi yang kian pesat, maka Radio Suara Pasuruan hingga kini terus mengadakan penyesuaian mulai dari program hingga teknologi yang dipakai. Hingga pada akhirnya Suara Pasuruan hadir di tengah masyarakat Pasuruan dan sekitarnya dengan New Brand “ Tiada Henti Menginspirasi “

Dewasa ini radio tak lagi sekedar sebagai penyampai informasi, tetapi sudah menjadi sumber kehidupan dan inspirasi yang jauh lebih kompleks, mulai dari fungsinya yang tradisional penyampai berita dan informasi, sentra ekonomi, pendongkrak popularitas dan karier, hingga sebagai propaganda politik dan ideologi.

Konsekuensi logis dari fungsi strategis radio di atas meniscayakan keharusan pengelolaan stasiun radio yang profesional, baik dari sisi managerial maupun sumber daya manusianya. Dengan jalan ini, diangankan dapat melahirkan stasiun radio yang visioner, kreatif, alternatif dan tidak membeo, yang kesemuanya itu pada dasarnya sebuah tantangan yang harus diemban oleh sebuah station radio.

Di sisi lain banyak terjadi krisis kreativitas di station radio akibat pemusatan konsentrasi pada radio anak muda dan dewasa produktif. Tren meniru format radio yang sudah sukses lebih kuat ketimbang menghadirkan format baru yang lebih bervariasi bagi pendengar.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika membangun station radio Suara Pasuruan FM 107 yang dapat mengemban fungsi dan peran tersebut. Pemilihan radio ini didasari oleh berbagai kelebihan radio dibandingkan dengan media lainnya.