Admin 2025-08-06 22:55:37
Wabup Gus Shobih Buka Uji Kompetensi 400 Juru Sembelih Hewan di Kabupaten Pasuruan
Wonorejo (SPNU) : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan menggelar Uji Kompetensi bagi Juru Sembelih Halal (Juleha)
di 24 kecamatan.
Uji Kompetensi tersebut dilaksanakan di Rumah Pemotongan
Hewan (RPH) Wonorejo, Rabu (6/8/2025) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati
Pasuruan, Gus Shobih Asrori.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten
Pasuruan, drh Ainur Alfiah menjelaskan uji kompetensi Juleha diikuti oleh 400
orang yang terdiri dari para takmir masjid dan musholla hingga pedagang ayam,
kambing dan sapi.
Hanya saja, untuk uji kompetensi kali ini lebih difokuskan
pada juleha ayam. Sebab hingga saat ini, banyak terjadi kekeliruan, bahkan
kesalahan saat menyembelih unggas, khususnya ayam sehingga terkesan mengabaikan
kesejahteraan hewan.
"Padahal kesejahteraan hewan saat proses penyembelihan
itu sangat penting. Contohnya saat menyembelih ayam, kami pernah menemui di
salah satu rumah makan, ternyata ayamnya gak terpotong sempurna, harusnya jalan
nafas, saraf dan jalan makan terpotong," ungkapnya.
Selain masih adanya penyembelih yang kurang memperhatikan
kesejahteraan hewan, uji kompetensi dianggap penting agar selama penyembelihan
berlangsung, seluruhnya telah sesuai dengan syariat Islam.
Arifin selaku Direktur Utama PT. Lembaga Sertifikasi Profesi
Halal Indonesia menjelaskan setiap juleha harus memenuhi 10 unit kompetensi.
Intinya bukan hanya menguasai ketrampilan menyembelih saja, akan tetapi
higienitas dan sanitasi juga tak boleh dikesampingkan.
"Ada 4 elemen penting yang menentukan layak tidaknya
seseorang dijadikan juru sembelih. Mulai dari ketrampilan, higienitas,
kesejahteraan hewan dan syariat islam," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori berharap
seluruh juru sembelih dapat mengikuti uji kompetensi sampai lulus dan
mendapatkan sertifikat dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Endingnya, ada jaminan daging yang disembelih hingga sampai
di masyarakat betul-betul halal, dan Indonesia mendapatkan banyak kepercayaan
untuk mengekspor daging halal ke luar negeri.
"Karena sementara ini, daging halal dari negara yang
dikirim ke negara lain masih kita kalah sama dengan negara-negara lain. Dari
contoh inilah, semuanya dimulai dari bawah, yakni dari juru sembelih di
daerah," harapnya. (eml/rbt)