Lima Kali Berturut-Turut, Bupati Irsyad Yusuf Raih Predikat Kepala Daerah Inovatif

  • by
  • Uncategorized
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas bersama Bupati Pasuruan, HM. Irsyad Yusuf dalam acara Penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2021 di Gedung iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (5/11/2021) malam

Jakarta (PNU) – Untuk yang kelima kalinya, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) meraih predikat sebagai Kepala Daerah Inovatif.

Penghargaan dari MNC Portal Indonesia (MPI) ini diberikan kepada Gus Irsyad, atas inovasi dan terobosannya dalam membangun daerah di tengah pandemi Covid-19. Utamanya melalui Gerakan Vaksinasi Kolaborasi.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo bersama Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Gedung iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (5/11/2021) malam.

Dalam sambutannya, Hary Tanoe mengucapkan selamat kepada sejumlah kepala daerah yang mendapatkan penghargaan dari MPI.

Menurutnya, capaian mereka sangat luar biasa karena masih bisa bangkit di tengah pandemi Covid-19.

“Kepada para penerima award saya ucapkan selamat, selamat, selamat, ini hal luar biasa di tengah pandemi masih bisa memajukan ekonomi daerah,” ucap Hary Tanoe.

Sementara itu, Bupati Irsyad Yusuf mengatakan, di dalam gerakan vaksinasi kolaborasi, ia ikut mengawasi langsung jalannya vaksinasi, mulai dari tingkatan kecamatan sampai dusun maupun RT/RW. Hal itu dilakukan bersama Wakil Bupati Pasuruan, Gus Mujib Imron dan seluruh anggota Forpimda, seperti Kapolres, Dandim, Kejari, Ketua PN Bangil dan anggota lainnya.

“Saya dan Wakil Bupati, Gus Mujib bersama semua anggota Forpimda, saya ajak semuanya turun untuk bisa mempercepat vaksinasi sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi harus merata dan menyeluruh,” katanya.

Selain Forpimda, dalam Gerakan Vaksinasi Kolaborasi, Gus Irsyad juga mengerahkan seluruh ASN (tenaga kesehatan, PNS hingga THL dan pengamanan), Toga (tokoh agama), Tomas (tokoh masyarakat) hingga relawan dari organisasi kepemudaan di desa sasaran.

Gabungan dari semua stake holder dan elemen masyarakat inilah yang menjadi kunci utama penggerak vaksinasi kolaborasi. Terlebih saat ini, vaksinasi masuk ke rumah warga, dalam artian petugas mendatangi satu persatu rumah warga. Di sana, akan langsung diketahui anggota keluarga mana yang sudah dinyatakan selesai vaksinasi atau tidak. Bagi yang belum, maka akan langsung divaksin dengan prosedur kesehatan yang telah diatur.

“Agar vaksinasi lancar dan cepat, maka petugas saya minta untuk mendatangi satu persatu rumah warga. Di sana akan langsung bisa diketahui apakah warga sudah divaksin atau belum. Saya yakin semua warga mau divaksin, karena sekarang sudah menjadi kebutuhan. Naik kendaraan umum, tempat umum dll harus sudah vaksin,” terangnya.

Selama vaksinasi berlangsung, Pemkab Pasuruan tak hanya melibatkan para vaksinator di RSUD maupun puskesmas saja, melainkan nakes yang bekerja di RS swasta hingga klinik-klinik kesehatan. Realisasinya, vaksinasi dilakukan di 16 kecamatan yang prosentase capaian vaksinasi lebih rendah bila dibandingkan dengan 8 kecamatan lain. Namun, untuk kecamatan lainnya, vaksinasi tetap dilakukan sampai warganya selesai divaksin.

“Intinya kita utamakan wilayah yang cakupan vaksinasinya masih rendah. Tapi bukan berarti yang lain tidak kita vaksin. Tetap kita vaksin secara merata sampai tuntas,” ucapnya.

Hingga kini, jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang sudah tervaksin, baik dosis 1, 2 dan 3 mencapai 879.464 orang alias 70.88% dari jumlah sasaran. Angka tersebut berdasarkan hitungan dashboard. Namun, apabila penghitungan manual dari seluruh petugas sampai ke Dinkes Kabupaten Pasuruan, jumlah warga yang telah divaksin pada dosis 1,2 dan 3 sudah sebanyak 900.855 orang atau 72.61 % dari target sasaran.

Kata Gus Irsyad, jumlah tersebut akan semakin bertambah apabila distribusi vaksin yang datang ke Kabupaten Pasuruan selalu lancar dengan jumlah yang tidak sedikit.

“Kami siap menghabiskan berapapun vaksin yang datang. Kita siapkan banyak sekali petugas sampai relawan yang mau membantu jalannya vaksinasi. Supaya kita cepat turun level jadi Level 1, karena di Kabupaten Pasuruan, kasus Covid-19 sangat landai. Rumah Karantina kosong, begitu juga dengan BOR RSUD Bangil dan Grati yang juga kosong. Kalau ada, ya hanya 1 atau 2 orang saja,” tegasnya.

Lebih lanjut Gus Irsyad menegaskan bahwa penghargaan bukanlah target yang diharapkan. Akan tetapi lebih pada bagaimana menjaga kekompakan serta kebersamaan. Utamanya dalam rangka menjaga kondisi melandainya Covid-19 di Kabupaten Pasuruan hingga nol kasus Covid-19, setiap harinya.

“Mudah-mudahan nol kasus sampai lama, sehingga Pandemi pun Insya Allah akan segera berakhir,” tutupnya. (emil)