Admin 2025-06-13 20:03:46
Tekan Stunting, TP PKK Bersama Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Gelar Bimtek Olahan Hasil Peternakan bagi Kader TP PKK Kecamatan dan Desa
Pohjentrek (SPNU) : Untuk terus menurunkan angka stunting di daerah, Tim
Penggerak PKK bersama OPD terkait berkeliling 24 kecamatan.
Seperti yang terlihat di Pendopo Kecamatan Pohjentrek, Kamis (12/6/2025) siang.
TP PKK bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan
menggelar Bimbingan Teknis Olahan Hasil Peternakan bagi Kader TP PKK Kecamatan
dan Desa.
Dalam bimtek tersebut, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan
ditantang untuk bisa membuat dimsum berbahan dasar daging ayam dan daging
sapi.
Tak hanya harus enak dilidah, dimsum buatan peserta juga harus cantik dilihat
saat diplating di atas meja. Bahkan, Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, drg
Merita Aristya Yudi yang langsung menjadi juri untuk menentukan
pemenangnya.
Menurutnya, dimsum adalah salah satu makanan favorit anak-anak yang bisa
dimasak oleh para ibu rumah tangga dengan menggunakan daging di dalamnya.
Sehingga bisa menjadi bekal makanan yang dibawa saat sekolah.
"Apalagi bikinnya bener. Mulai dari penyimpanan daging sampai pengolahannya,
pasti kalau sudah jadi dimsum dan dibentuk super cantik, pasti anak-anak bakal
suka dan doyan," ungkapnya.
Lebih lanjut istri Bupati Rusdi Sutejo ini menegaskan kreatifitas dan inovasi
dalam pengolahan hasil peternakan harus dimiliki para ibu saat menyajikan
makanan untuk anak-anaknya.
Sebab apabila berhasil, maka secara otomatis dapat mengurangi kegemaran anak
mengonsumsi jajanan di luar rumah yang belum terbukti higienis dan
bergizi.
"Semangat untuk para ibu sebagai ujung tombak ketahanan keluarga,"
singkatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan,
drh Ainur Alfiah melalui Kabid Prasarana, Sarana, dan Usaha Peternakan,
M.Syaifi menjelaskan, kegiatan bimtek olahan hasil peternakan menjadi langkah
strategis dalam menurunkan angka stunting dengan memanfaatkan produk hasil
olahan peternakan seperti daging, susu, dan telur menjadi kekinian alias
mengikuti zaman.
"Kita berupaya meningkatkan diversifikasi olahan hasil peternakan yang
dibuat sesuai dengan jamannya. Kita juga bikin produk sesuai kekinian tapi
tidak mengesampingkan gizi, salah satunya dimsum, rice bowl dan lainnya,"
jelasnya.
Ditambahkan Syaifi, melalui kegiatan bimtek ini para peserta, khususnya para
PKK dapat menjadi juru getok tular dalam meningkatkan skill dan keterampilan
dalam mengelola produk hasil peternakan sebagai peluang usaha untuk menambah
income keluarga.
"Minimal penananganan produk hasil peternakan menjadi baik. Saya berharap
ibu-ibu yang hadir bisa mengelola dan meningkatkan nilai tambah produk hasil
peternakan, dan menjadi pelopor usaha kelompok maupun mandiri" ujarnya.
(eml/rbt)