Admin 2025-11-30 20:26:31
Surya Award 2025, Pemkab Pasuruan Raih Dua Penghargaan Kategori Daerah Koperasi Terbanyak dan Kategori Daerah Omzet Koperasi Tertinggi di Jatim
Surabaya (SPNU) Berkat persistensi
dan dukungan penuh terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi
Kelurahan Merah Putih (KMMP), Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendapatkan dua
penghargaan sekaligus dalam ajang Surya Award 2025. Masing-masing, predikat
sebagai Daerah Koperasi Terbanyak serta Daerah Omzet Koperasi Tertinggi di Jawa
Timur. Kedua indikator penilaian berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM
Provinsi Jawa Timur per September 2025.
Penghargaan
diserahkan oleh Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Republik Indonesia (RI),
Farida Farichah kepada Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dalam Talkshow Koperasi
Merah Putih, Asta Cita dan Perekonomian Jatim. Forum diskusi super dinamis yang
digelar di Dyandra Convention Center Surabaya pada hari Kamis (27/11/2025) sore
tersebut merupakan puncak peringatan HUT ke-36 Harian Surya.
Dalam agenda
bertema "Koperasi Merah Putih, Asta Cita dan Perekonomian Jatim" yang
dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak tersebut,
penghargaan juga diberikan kepada Walikota Surabaya, Ery Cahyadi. Berikut,
Bupati Sidoarjo, Bupati Lamongan, Bupati Jember, Wakil Bupati Jombang dan Wakil
Bupati Gresik.
Sebelumnya, dalam
sesi dialog interaktif, Mas Rusdi demikian biasanya Bupati disapa menyampaikan
progres eksistensi Koperasi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Baik Koperasi Desa
Merah Putih maupun Koperasi Kelurahan Merah Putih.
âLegalitas usaha
Koperasi Merah Putih di Kabupaten Pasuruan sudah selesai semua. Koperasi di
Desa Wonokerto, Sukorejo misalnya, sudah dua bulan ini berjalan, sustain dan
mendapatkan keuntungan. Transaksinya satu bulan omzetnya sampai Rp 200 Juta,
keuntungan bersihnya sampai 15 Juta. Kebetulan lokasi Koperasi Desanya dibangun
di pinggir jalan Kabupaten dan warga Desa banyak yang belanja. Juga jualan
pupuk subsidi dengan keuntungan hanya Rp 75 per Kg.
Di sisi lain,
Kepala Daerah juga mengutarakan beberapa permasalahan yang hingga saat ini
terus menjadi fokus perhatiannya. Untuk kemudian dicarikan solusi
terbaiknya.
âKendalanya memang
dari segi permodalan yang mengharuskan ada jaminan jika mau mengajukan
pinjaman. Kendala lainnya soal ketersediaan dan kesesuaian lahan. Banyak aset
Koperasi Desa yang ada di tengah-tengah sawah. Ada juga dikarenakan faktor
geografis misalnya di wilayah pegunungan.
Meski demikian,
Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendorong perkembangan Koperasi Merah Putih
agar berdiri di 24 Kecamatan. Sehingga dapat menjangkau seluruh masyarakat
Kabupaten Pasuruan. Dengan demikian, inflasi daerah dapat dikendalikan.
âSaya yakin jika
Koperasi Merah Putih berdiri semua, kita tidak perlu lagi melakukan Operasi
Pasar untuk mengendalikan inflasi. Dengan sendirinya potongan jalur distribusi
ini, maka inflasi akan terus terjaga. Karena memang selain profit oriented juga
mementingkan apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat terutama bahan
makanan,â ungkapnya. (Eka/rbt)