Bupati Irsyad Yusuf Launching Sarung Batik Pakrida

Pasuruan (PNU) – Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) melaunching Sarung Batik Pakrida khas Kabupaten Pasuruan.

Launching tersebut dijadikan satu dengan Pembukaan Pasar Murah Ramadhan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan di Halaman Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (26/04/2022) pagi.

Dari pantauan di lapangan, launching sarung pakrida ditandai dengan pengguntingan tali frame yang dilakukan oleh Bupati Irsyad Yusuf bersama Wakil Bupati Mujib Imron.

Setelah itu dilanjutkan dengan memamerkan sarung pakrida yang masih berupa lembaran kain batik di hadapan para undangan dan warga yang hadir di acara tersebut.

Dalam sambutannya, Gus Irsyad mengatakan, sarung kini menjadi tren yang digemari semua kalangan. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa dengan motif yang beragam dan dimodifikasi menjadi sarung yang memiliki nilai fashion tinggi.

“Sekarang ini sarung jadi tren di semua kalangan. Yang memakai mulai anak kecil sampai orang dewasa. Apalagi sarung yang didesain sedemikian rupa sehingga punya nilai fashion yang sangat tinggi. Makanya kita buat sarung khas Khas Kabupaten Pasuruan,” katanya.

Dijelaskannya, Kata Pakrida merupakan singkatan dari penanjakan, bunga krisan dan sedap malam yang dijadikan motif sarung khas Kabupaten Pasuruan. Ketiga kata tersebut menjadi salah satu ikon Kabupaten Pasuruan. 

“Penanjakan itu ikonnya wisata di Tosari. Sedangkan Bunga Krisan itu banyak dibudidayakan di Kecamatan Tutur dan bunga sedap malam yang menjadi khas Kecamatan Rembang,” jelasnya.

Rencananya, sarung batik pakrida ini akan diperbanyak dan digunakan untuk ASN Pemkab Pasuruan setiap hari Jumat maupun ketika ada event-event pariwisata maupun keagamaan di Kabupaten Pasuruan.

“Nanti akan kita perbanyak, dan rencananya dipakai untuk semu ASN seiap hari jumat dan juga kalau ada event-event pariwisata maupun keagamaan, bisa memakai sarung pakrida ini,” harapnya.

Sementara itu, sang pembuat desain Sarung Pakrida, Ferry Sugeng Santoso menegaskan bahwa untuk membuat master motif sarung batik pakrida, ia membutuhkan waktu hingga 2 bulan lamanya. Sebab untuk membuat motif yang kuat serta menyimbolkan semangat kerja diniati ibadah oleh semua ASN, semua spirit tersebut harus terwakili di dalam motif itu sendiri.

“Pas ada pelantikan HIPMI Kabupaten Pasuruan kemarin, kemudian saya ditunjuk Pak Bupati untuk membuat motif sarung pakrida. Jadilah seperti ini,” pungkasnya.

Selain ketiga motif tersebut, Ferry juga menambahkan motif sisik ikan sengkaring yang dimasukkan ke dalam sarung pakrida serta bunga edelweis yang hanyatumbuh di gunung Bromo.

“Ikan sengkaring itu khas Banyubiru yang menjadi aset sekaligus wisata ikon Kabupaten Pasuruan. Juga saya tambahkan ada edelweis yang menjadi bunga khas Bromo,” urainya. (emil)