Jelang Lebaran, Permintaan Keripik Cavendish Di Pasuruan Membludak

Gondang Wetan (PNU) – Jelang Lebaran, permintaan keripik pisang cavendish milik Muhammad Sidiq (32), petani asal Dusun Lodo, Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, membludak.

Dalam sehari, pesanan yang datang padanya bisa sampai 50 bal alias 150 kilogram keripik siap makan. Belum lagi permintaan dari luar kota, total sampai 1000 bal yang harus dikirim.

Saat ditemui Selasa (19/04/2022) pagi, Sidiq menceritakan seputar kesuksesan dirinya dalam mengelola pisang cavendish menjadi keripik.

Menurutnya, keripik yang dibuatnya berasal dari pisang cavendish yang tak layak dijadikan buah segar lantaran ada kerusakan di bagian kulit. Semua pisang tersebut langsung diproses oleh 12 warga yang bekerja dalam dua shift.

“Saya bagi menjadi dua shift. Yang pagi mulai jam 7 sampai jam 8 malam dan yang malam mulai jam  7 malam sampai jam 2 pagi,” ungkapnya.

Dalam satu bal berisi 2-3 kilogram keripik dengan harga yang bervariasi. Untuk keripik original dijual dengan harga Rp 32 ribu per satu kilogram. Sedangkan untuk keripik rasa seperti cokelat, manis dan balado dijual seharga Rp 35 ribu.

Untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tersebut, Sidiq memanen pisang cavendish di lahan miliknya seluas 15 hektar serta bermitra dengan para petani pisang cavendish di Grati, Purwodadi dan Gondangwetan.

Keripik-keripik bikinannya dibeli oleh toko-toko di Pasuruan. Sedangkan di luar daerah dikirim ke Jember, Banyuwangi, Kediri, Jombang, dan Blitar. Proses produksinya pun sudah dimulai sejak awal ramadhan lalu.

“Kita sudah mulai membuat keripik pisang mulai awal puasa lalu sampai setelah lebaran, karena memang permintaannya banyak,” ucapnya.

Dari banyaknya permintaan yang datang kepadanya, Sidiq mengaku bisa meraup omset Rp 3-5 juta per minggunya.

“Ya alhamdulillah lancar untuk bisa mengembangkan bisnis ini agar tambah maju,” tutupnya. (emil)